Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Dan Penerapannya Di Nurul Fikri Boarding School Bogor. (Studi Kasus Pada Siswa Smait Nurul Fikri Boarding School Bogor)

Detail Cantuman

Text

Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah Dan Penerapannya Di Nurul Fikri Boarding School Bogor. (Studi Kasus Pada Siswa Smait Nurul Fikri Boarding School Bogor)

XML

Tujuan penelitian dalam tesis ini ada tiga hal, yaitu : Pertama, untukmengetahui tentang konsep pembinaan akhlak menurut para pakar pendidikan.Kedua, untuk mengetahui tentang konsep pembinaan akhlak menurut Ibn Qayyim.Ketiga, untuk mengetahui relevansi konsep pendidikan Ibn Qayyim denganpendidikan modern. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakanpenelitian yang bersifat Library Research dengan menggunakan bahan-bahantertulis yang telah dipublikasikan dalam bentuk buku. Metode yang digunakanhermeneutik, yaitu menggunakan logika linguistik dengan membuat penjelasandan pemahaman terhadap makna kata dan makna bahasa sebagai bahan dasarDengan pendekatan filosofis, artinya seluruh substansinya memerlukan olahanfilosofik atau teoretik dan terkait pada nilai. Untuk melihat pembaharuan konsepIbn Qayyim Setelah ditelusuri konsep pendidikan Islam para pakar pendidikanmuslim maka dapat disimpulkan bahwa konsep pendidikan Ibn Qayyim lebihkomprehensif. karena tujuan pendidikannya beriorentasi dunia dan akhirat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sumber dasar Ibn Qayyim dalam pembinaanakhlak adalah al-Qur'an, hadis, fitrah, Qiyas (analogi), I‟tibar (mengambilpelajaran), dzauq (perasaan), dan wujd (intuisi). Tujuan pendidikannya ialahmenanamkan pada diri manusia sikap „ubudiyah (penghambaan) hanya kepadaAllah Ta‟ala, yang dengannya manusia mampu mencapai kesempurnaan diri,kebahagiaan dan keselamatan. Ibn Qayyim memperhatikan tiga unsur yang adapada diri manusia yaitu unsur jasmani (psikomotorik) yang meliputi pembinaanbadan, ketrampilan (skill) dan pendidikan seksual, unsur ruhani (afektif) yangmeliputi pembinaan iman, akhlak dan iradah (kehendak), unsur akal (kognitif)yang meliputi pembinaan kecerdasan dan pemberian pengetahuan. Alatpendidikan menurutnya beragam, baik yang bersifat meterial seperti alat tulis danpanca indra maupun yang bersifat non material seperti metode pengajaran.Lingkungan menurutnya sangat berpengaruh dalam pendidikan. Lingkungan yangdimaksud ialah keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan dan masjid. Pendidikdan peserta didik menurutnya harus menghiasi dirinya dengan sifat-sifat yang baikdan akhlak yang mulia. Konsep pendidikan Ibn Qayyim yang komprehensiftersebut masih sangat relevan dengan konsep pendidikan modern saat ini.Kata kunci: konsep pembinaan akhlak menurut Ibn Qayyim, relevansi konseppendidikan Ibn Qayyim


Detail Information

Item Type
Master's Thesis
Penulis
ATFAL,Tibul - Personal Name
Student ID
2086108010062
Dosen Pembimbing
Dr. Efrita Norman, M.M - - Dosen Pembimbing 1
Dr. Zulfikar Ismail, Lc. MA - - Dosen Pembimbing 2
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Published
Departement
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba : Institut Agama Islam Nasional.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
TSP/ATF/k
Copyright
Institut Agama Islam Nasional Laa Roiba
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail